Tanaman Toga di Kebun Rumah

Advertisement

Tanaman Toga adalah tanaman yang dibudidaya rumahan yang memiliki khasat sebagai obat. Toga merupakan kependekan dari Tanaman Obat Keluarga. Toga biasanya dibudidayakan di kebun, halaman rumah ataupun di ladang untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan dalam keluarga. Toga ternyata sudah ada sejak dulu, bahkan sejak sebelum tahun masehi. Berikut sejarah dari toga dari masa ke masa.

Jaman Mesir kuno 2500 SM para budak diberi bawang untuk menyembuhkan demam dan infeksi yang sedang mewabah. Sejak saat itu, tanaman obat dan kasiatnya didokumentasikan. Semua dokumentasi yang berisi resep pengobatan dengan tanaman, gelaja penyakit dan diagnosanya tercanuk dalam Papyrus Ehers.

Orang Yunani kuno juga memiliki catatan pengunaan tanaman sebagai obat yaitu Hyppocrates (466 SM), Theophrastus (372 SM) dan Pedanios Dioscorides (100SM), serta membuat himpunan keterangan yang teperinci tentang tanaman obat dalam De Materia Medica. Orang yunani juga menemukan tanaman ibat baru seperti Rosemary dan Lavender ketika mengadakan perjalaan kedaratan lain.

Di China penemuan pengobatan tertua ditemukan. Pada sebuah makam bangsawang bernama Han ditemukan data medis yang ditulis dalam gulungan sutra yang berisi daftar 247 tumbuh-tumbuhan serta bahan-bahan yang digunakan untuk menyembuhkan pengyakit.

Dinegara Inggris, tanaman obat dikembangkan dengan didirikannya biara-biara di seluruh negeri untuk merawat merawat pendeta serta penduduk disekitarnya. The complete Herbal and English Physician, Enlarged, adalah catatan terkenal mengenai tanaman obat yang ditulis oleh Nicholas Culpepper (1616-1654) pada tahun 1649.

Tanaman toga

 

Di Indonesia, tanaman digunakan sebagai obat-obatan sudah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Namun pada pertengahan abad ke XVII tanaman toga baru ditulis oleh Jacobus Rontius, namun hanya 60 jenis tanaman saja. Tahun 1888 didirikan Chemis Pharmacologisch Laboratorium yang merupakan salah satu bagian dari Kebun Raya Bogor, untuk meneliti bahan dan zat yang terkandung dalam tumbuhan yang bisa digunakan untuk obat-obatan.

Semua bagian tanaman bisa dimanfaatkan untuk obat, seperti daun, kulit batang, buah, biji, bahkan juga akar nya. Berikut ini pemanfataan bagian tanaman untuk obat

Daun

Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
Daun dewa (Gynura Segetum) sebagai muntah darah dan payudara bengkak
Seledri untuk mengobati tekanan darah tinggi
Kelor  pengobati panas dalam dan demam
Belimbing untuk mengobati tekanan darah tinggi
Daun bayam duri  mengobati kurang darah
Kangkung  mengatasi insomnia
Saga (Abrus precatorius mengatasi batuk dan sariawan
Pacar cina (Aglaiae ordorota Lour) mengatasi penyakit kelamin gonorrhe
Landep (Barleriae prionitis L.) mengobati rematik
Miana (Coleus atropurpureus Bentham) mengatasi wasir
daun pepaya (Carica papaya L) mengatasi demam dan disentri
Jintan (Trachyspermum roxburghianum syn. Corum roxburghianum) mengatasi batuk, mules serta sariawan
Pegagan (Cantella asiatica Urban) mengatasi sariawan dan memiliki sifat astringensia (mampu membasmi bakteri)
Blustru (Luffa cylindrice Roem meluruhkan air seni (diuretik)
Kemuning (Murrayae paniculata Jack) mengatasi penyakit kelamin gonorrhe
Murbei (Morus indica Rumph) meluruhkan air seni (diuretik)
Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) Meluruhkan air seni
Sirih (Chavica betle L.) mengatasi batuk, serta bersifat antiseptik, dan sebagai obat kumur
Randu (Ceiba pentandra Gaert) sebagai obat mencret dan untuk kumur-kumur
Salam (Eugenia polyantha Wight) memiliki sifat astringensia 
 Jambu biji (Psidium guajava L.) mengatasi mencret
Sukun (Arthocarpus communis) untuk penyakit ginjal, jantung, liver, sakit gigi, pencernaan, menurunkan kolestrol serta asam urat.

Batang

Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
Kayu manis (Cinnamomum burmanii) mengatasi batuk dan sesak nafas, nyeri lambung, perut kembung, diare, rematik dan untuk menghangatkan lambung.
Dadapan ayam (Erytrina varigata Linn. Var. orientalis) mengatasi asma
Pulasari (Alyxia stellata Roem) obat perut kembung
Brotowali (Tonospora rumphii Boerl) mengatasi demam, sakit kuning, obat cacingan, kudis, dan diabetes
Kemukus (Piper cubeba L.) untuk radang selaput lendir pada saluran kemih
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai antiseptik, bisa juga untuk obat kumur
Delima (Punice granatum L.) untuk obat cacing, terutama cacing pita (antelmentika)

Buah

Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
Jeruk nipis (Citrus auratifolia) mengatasi demam, batuk kronis, kurang darah, dapat menghentikan kebiasaan merokok, menghilangkan bau badan, menyegarkan tubuh, serta memperlancar buang air kecil
Cabai Merah (Capsicum annuum L.) sebagai obat gosok mengatasi rematik dan masuk angin
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) mengatasi batuk, melegakan nafas, serta mencairkan dahak
Mengkudu (Morinda citrifolia) untuk radang usus, susang buang air kecil, batuk, amandel, difetri, lever, sariawan, tekanan darah tinggi serta sembelit
Kapulaga (Elettaria cardamomumMaton) dan Ketumbar (Coriandrum sativum L.) untuk antikembung
Kemukus (Piper cubeba L.) Radang selaput lendir saluran kemih.

Biji untuk tanaman toga di kebun rumah.

Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
Kecubung (Datura metel) mengatasi asma, bisul serta anus yang turun
Kapur Barus (Dryobalanops aromatica Gaertn) mengatasi gangguan pada pencernaan
Pinang (Areca catecha L) tepung biji pinang bisa untuk obat antelmentika, terutama cacing pita
Kedawung (Parkia biglobosa Bentham) untuk bahan obat sakit perut, mulas, diare, dan memiliki sifat astringensia
Pala (Myristica) mengatasi perut kembung, bahan obat bius, penyebab rasa kantuk, memperlambat pernafasan, untuk stimulan setempat pada saluran pencernaan
Jamblang (Eugenia cumini Merr) bahan untuk obat diabetes

Akar

Nama Tanaman  Khasiat dan Manfaat
Pepaya (Carica papaya L.) Untuk obat cacing
Aren (Arenga pinnata Merril) sebagai obat diuretik
Pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth) sebagai antihipertensi, gangguan neuropsikhiantrik, seperti darah tinggi

Umbi atau Rimpang

Nama Tanaman Khasiat dan Manfaat
Bangle (Zingiber purpureum Roxb.) mengatasi sakit kepala, susah BAB, nyeri perut, sakit kuning, perut kembungdan melangsingkan tubuh.
Jahe (Zingiber officinale Rosc,) menghangatkan badan, mengatasi sakit pinggang, asma, muntah, serta nyeri otot
Kencur (Kaempferia galanga L.) mengatasi sakit kepala, obat batuk, melancarkan keringat dan mengeluarkan dahak
Kunyit (Curcuma domestica Val.) mengatasi diare, masuk angin, hepatitis dan kejang kejang
Lempuyang (Zingiber zerumbet) untuk pelangsing, penambah nafsu makan, disentri dan diare
Lengkuas (Languas galanga L. Stunzt) mengatasi panu, bersifat anti fungi serta anti bakteri
Temu giring (Curcuma heynaena Val.) mengatasi cacingan, sakit perut serta dapat melangsingkan tubuh.
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) mengobati sembelit, memperbanyak asi serta memperkuat sekresi empedu
Temu hitam (Curcuma aeroginosa Roxb.) obat anti cacing, mencegah kelesuan dan memperlancar peredaran darah
Alang-alang (Imperata cylindrica Beav) memperlancar air seni (diuretik)

Sekarang ini masyarakat lebih memilih menggunakan obat herbal untuk mengobati sakit dirinya dan keluarganya. Hal ini disebabkan karena obat buatan pabrik yang semakin mahal, efek samping dari obat herbal sangat minim, dan masyarakat mulai memahani bila kandungan unsur kimia pada obat modern awalnya juga dari obat tradisional.

Tanaman obat yang dipelihara tidak memelukan perawatan yang khusus seperti budi daya yang dilakukan perusahaan. Membudidayakan tanaman obat di halaman rumah tidak perlu menggunakan pupuk berbahan kimia agar lebih bagus. Sebagai pupuk berbahan kimia bisa menggunakan pupuk kandang, pupuk kompos atau serasah daun. Tanaman babadotan (Ageratum conyzoides), sirsak, lantana dan daun tembakau bisa digunakan untuk pengendalikan hama penyakit tanaman toga.

Advertisement
Tanaman Toga di Kebun Rumah | dewi srikandi | 4.5